14th Fredkorpset Preparatory Course in Asia

Fredskoprset Partiipants

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Fredkorpset Norway atau yang dikenal dengan Peace Corp dari pemerintah Norway untuk persiapan pertukaran South – South (Asia). Peserta pelatihan berjumlah 26 orang yang bersusia antara 25 – 40 tahun dan berasal dari berbagai negara di Asia, seperti; Indonesia, Philippine, Myanmar, Thailand, Vietnam, Laos, Srilangka, India, Bangladesh, Bhutan, China, dan Mongolia. Sabtu, 20 Maret 2010 saat makan malam, saya berkesempatan untuk bertemu dengan beberapa peserta saat makan bersama di dinning room. Mereka adalah Dawa Tshering dari Terayana Foundation (Bhutan), Myro Sioco dan Dwight Ronan dari Environmental Circle Broadcast (Philippine), Ferdaws Alam dari Bangladesh, Narbada Khanal Sapkota dari Nepal, Dammika Sarajeva dan Saman Jayakodi dari Srilangka, dan Hkam Awng, Hkun Myat serta Plu Reh dari Myanmar. Ini adalah kesempatan yang langka dan menantang karena saya bisa bertemu dengan berbagai macam orang dengan berbagai latar belakang budaya, bahasa dan sosial politik negara masing – masing. Awalnya saya gugup untuk berbicara tapi setelah saya tau bahwa smua yang datang memiliki kualitas bahasa Inggris yang pas – pasan, bahkan ada yang tidak bisa sama sekali berbicara, pengecualian untuk mereka yang dari Philippine dan India. Saya pun memberanikan diri untuk berbicara. Meskipun terbatah – batah dan jatuh bangun, proses asimilasi yang singkat ini membuat kami menjadi saling mengenal dan akrab. Minggu, 21 Maret 2010 kami di-briefing oleh para senior Peace Com4, Hardin Halidin (Idonesia) dan Bency Elirion (Philippine. Mereka berdua baru saja menyelesaikan program di Myanmar periode 2009 / 2010. Pertemuannya berlangsung santai dan akrap. Setelah selesai briefing kami kembali ke AIT. Pelatihan mulai dibuka pada hari Senin 22 Maret 2010 dan ditutup tanggal 10 April 2010. Hari pertama, pelatihan di buka oleh Rektor AIT Extension Course Dr. Jonahtan dan Mr. Sacha Jotisalikorn (Asia FK Regional Representative). Setelah kegiatan dibuka, kami semua (peserta, para partner dan trainer) bergegas ke lapangan bola. Di sana kami memulai dengan kegiatan “team building dan knowing each others”. Meskipun udara Thailand panas dan membuat gerah namun kami sama sekali tidak pernah mengeluh kepanasan. Bahkan para partner yang adalah bos – bos di lembaganya namun semua terlibat aktif mengikuti intruksi dari Mr. Raynaldo A. Calabdan atau yang biasa disampa Ray (Coordinator Trainer). Kelompok peace com dipimpin oleh Mr. Ichsan Malik selalu berusaha untuk memenangi setiap sesi permaian. Bahkan sampai kami menggunnakan cara yang curang..hahahah…Salah satu teman kami Dwight Ronan badannya bongsor dan tentunya berat untuk diangkat. Pada saat mengangkat dan mengirim kawan, kami menempatkan dia dipaling terakhir sehingga mengelabui mata para peserta lainnya dan trainer seolah – oleh dia juga diangkat, dan saya kedua dari yang terakhir. Kegiatan di luar berlangsung hingga jam 10.00 am. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan knowing each others di dalam kelas. Iklim dan suasana pelatihannya sangat bagus, bahkan sangat partisipatif dan tidak terburu – buru sebagaimana pelatihan – pelatihan di Indonesia yang seolah – oleh mengejar jam tayang. Bahasa pengantar pelatihan adalah bahasa Inggris. Sedangkan untuk teman – teman dari Thailand dan Laos yang tidak bisa berbahasa Inggris Ms. Nisa Chamsuwan atau yang dikenal dengan Cherry yang selalu bertugas untuk menjadi penerjemah. Saya juga kalau sudah bingung untuk menyampaikan dalam bahasa Inggris saya bicara pake bahasa Indonesia. Emang bisa???? Hahahha…Kebetulan juga ada seorang profesor dari Philippine namanya Teresita Suselo, dia menikah dengan orang Bogor, ketika sudah buntu bicara dia bilang ke saya, “Yanto, omong saja pake bahasa Indonesia”.Hahaha..untung juga… Selama kurang lebih 3 minggu pelatihan tidak membosankan bahkan semakin hari semakin menyenangkan. Narasumbernya umumnya adalah orang – orang yang berkompeten dibidangnya. Untuk topik, Culture Exchange dan Culture Shock Mr. Michael E. Lowe yang membawakannya. Untuk tema sustainable development dan Mrs. Teresita D. Suselo Dr. Cappia Taqueban tentag Human Right, Dr. Benjamin A. Weinstein tentang Consulting Psychologist, Dr. Eakpant Pindavanija tentang Peace Building, Ms. Kalpalata Dutta tentang Human Rights, Mr. Frederick John B. Abo, RN tentang Technical Manager Dr. Anthony Pramualratana tentang AIDS (TBCA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s