Pertama Kali Ke Luar Negeri

Sabtu tanggal 20 Maret 2010, adalah hari yang bersejarah dalam hidup saya. Sebuah sejarah baru terukir dan terpatri dalam hidup saya. Di usia yang ke – 32 tahun, saya melakukan perjalanan internasional pertama, bisa dibanyangkan..hahah…saya jadi iri liat anak yg masih kecil sudah melakukan perjalanan ke luar negeri. Dan perjalanan saya yang pertama adalah ke Bangkok, Thailand. Pagi – pagi saya ke Pejompongan untuk cari taksi dan kami sepakat untuk menjemput saya jam 9.00 WIB karena penerbangannya jam 11.00. Di bandara Soekarno – Hatta, saya mengurus semua administrasi. Berbekal kartu pajak (NPWP) saya dapat bebes fiskal, maksudnya tidak bayar fiskal sebesar Rp. 1 jutaan lebih..hahahha…gampang kan?

Setelah urusan administrasi selesai saya mulai gagah – gagahan di ruang tunggu dengan mengambil foto, munmpung perjalanan pertama biar ada crita di kemudian hari. Bahkan sempat foto bersama dengan petugas bandara lagi di ruang tunggu. Pada saat, akan masuk ke ruang tunggu terakhir saya disuruh untuk tinggalkan 1 botol madu dan aqua yang saya bawa. Saya sempat coba merayu petugasnya untuk membiarkan saya membawa madu, airnya boleh ditinggalkan. Tapi itu bapak tidak mau, katanya tidak boleh membawa zat cair ke dalam pesawat, saya katakan kepada bapak itu, kok saya terbang dari Kupang – Jakarta tentang madu di atas pesawat tidak dilarang. Bingung….

Kebingungan saya lengkap lagi saat sudah di dalam pesawat..Hari ini saya menggunakan Thai Airways. Pesawatnya besar dan mewah lagi. Saat pesawat sudah mencapai ketinggian maksimum, pramugari / ra mulai berjalan membagi makanan dan minuman. Makanannya ternyata luar biasa, bak makan di restoran mewah..Lagi makan pramugari / ra-nya menawarkan dalam eksen Thainya, “Do you like jus, tea, coffe” dan lebih mencengangkan saya adalah beer, wine dan whiskey. Dalam hati, wah ini luar biasa skali, penerbangan Kupang – Jakarta saja ada penerbangan lain yang hanya kasi 1 ketul roti dan 1 gelas aqua, penerbangan lainnya bahkan tidak kasi apa – apa. Jadi, kalau mau makan dan minum di pesawat harus bawa air dan makanan sendiri – sendiri, alias bss… Antara rakus dan keinginan untuk mencoba itu tipis seperti dua koin…Mana yang termasuk rakus dan mana yang termasuk keinginan untuk mencoba saya sudah bisa membedakan lagi… Saya pertama minta beer singha 1 kaleng, tidak lama lagi red wine lewat saya minta lagi, seterusnya dengan white wine dan whiskey. Saya tidak tahu lagi, apa pikir pramugari dan si Japanese yang duduk di samping saya bilang apa untuk saya o….

Kurang lebih 3. 1/2 jam penerbangan Jakarta – Bangkok. Sesaat sebelum lending mereka bagi lagi…Tapi kali ini saya tidak ambil karena yang dibagi adalah kartu arrival dan departure. Saat semua orang ambil dan isi, saya malas tahu karena pikirnya saya sudah diisi di Imigrasi Indonesia. Nah…saat antri di bagian imigrasi untuk passport check, petugas imigrasi tanya “mana kartunya?” Saya malah bingung, lalu dia jelaskan, kamu harus ambil kertas departure dan arrival lalu diisi baru antri lagi. Sialan betul, padahal kalau tadi isi pasti sudah bisa masuk. Capek kan tadi sudah antrian kurang lebih 1/2 jam skarang harus isi, dan setelah itu antri lagi. Capek deh….. hahahah.

Bandara Suvarnabhumi ternyata besar skali ya…skitar 2 atau tiga kali besarnya dari Soetta…Kata orang lagi, dia terbesar di Asia Tenggara..Setelah klaim bagasi, saya keluar dari pintu D 1. Di sana Ms. Warindhorn Srina sudah tunggu dengan tulisan FK Participant…Saya tahu oh ini pasti yang jemput…Kemudian saya diperkenalkan dengan supir yang akan antar saya, sbelum keluar dari bandara dia bilang ambil foto dulu, dalam hati saya pikir orang ini pasti tau apa maunya saya…hahahaha….Foto action..

Setelah mengaabdikan beberapa moment penting, saya diantar ke Asia Institute of Technology di Pathum thani – Khlong Luang Province, 2 jam perjalanan dari bandara. Dua jam perjalanan saya ngantuk skali mau tidur tapi si supir ngomong trus, tidak tau berhenti..mungkin dia tidak tau juga kalau saya capek dalam perjalanan. Tiba di AIT, saya langsung registrasi dan dapat penginapan sekamar dengan Plu Reh, dari Myanmar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s